2026-10-28
Klinik Rambut Rontok Stasiun Seolleung: Apakah Makan Sedikit Protein Membuat Rambut Rontok? Hubungan Kekurangan Protein dan Kerontokan Rambut
Artikel ini membahas apakah kekurangan protein bisa menyebabkan rambut rontok, ciri telogen effluvium, kebutuhan protein harian, serta hal yang perlu dicek setelah diet.

Halo, saya Kim Dajeong, dokter kepala Klinik Cordia.

Ada orang yang merasa rambutnya rontok cukup banyak setelah memulai diet atau setelah porsi makannya berkurang.
Terutama setelah menurunkan berat badan dengan cepat, banyak orang khawatir karena rambut yang rontok saat keramas atau disisir lebih banyak dari biasanya.
Lalu, benarkah rambut bisa rontok jika kita makan sedikit protein?
Jawaban singkatnya, rambut bisa rontok jika asupan protein sangat kurang atau kekurangan nutrisi berlangsung terus-menerus.
Hari ini, kita akan membahas mengapa protein dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut dan ciri-ciri kerontokan rambut akibat kekurangan protein.
1. Rambut dibentuk dari protein
Komponen utama rambut adalah protein yang disebut keratin.
Tubuh kita memecah protein dari makanan menjadi asam amino, lalu menggunakannya untuk membentuk protein baru.
Sel matriks rambut di folikel rambut terus berkembang biak secara aktif dan membentuk rambut baru.

Proses ini membutuhkan asam amino dan energi yang cukup.
Oleh karena itu, jika pasokan protein kurang dalam jangka panjang, pertumbuhan rambut yang normal bisa terpengaruh.
2. Kekurangan protein dapat memicu kerontokan fase telogen
Rambut mengalami fase tumbuh, fase regresi, dan fase istirahat secara berulang.
Jika asupan protein dan kalori sangat kurang, sebagian folikel rambut dapat menghentikan fase tumbuh lebih awal dan beralih ke fase istirahat.
Kerontokan rambut yang terjadi dengan cara ini disebut "kerontokan fase telogen (telogen effluvium)".
Ciri khas kerontokan fase telogen adalah rambut bisa rontok banyak sekitar 2–3 bulan setelah kekurangan nutrisi terjadi, bukan segera setelahnya.
Selain itu, rambut tidak hanya rontok di area tertentu, melainkan rontok relatif merata di seluruh kepala.
Tinjauan pustaka yang dipublikasikan di Dermatology Practical & Conceptual pada 2017 juga menjelaskan bahwa penurunan asupan protein dan penurunan berat badan yang cepat dapat menjadi penyebab kerontokan fase telogen.
3. Berapa banyak protein yang sebaiknya dikonsumsi per hari?
Portal Informasi Kesehatan Nasional dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) pada 2026 menganjurkan asupan protein untuk orang dewasa sehat sekitar 0,8–1,2 g per kilogram berat badan per hari.
Misalnya, jika berat badan 60 kg, asupan protein per hari sekitar 48–72 g.
Makanan yang menjadi sumber protein utama adalah sebagai berikut.
Telur dan produk susu
Ikan dan daging
Tahu dan kacang-kacangan
Kacang dan biji-bijian
Daripada hanya memakan makanan tertentu secara berulang, sebaiknya kita mengonsumsi berbagai jenis makanan secara seimbang.
Selain itu, jika Anda memiliki penyakit ginjal, asupan protein perlu diatur sesuai kondisi masing-masing.
4. Apakah rambut akan kembali tebal jika banyak makan protein?
Jika pertumbuhan rambut terhambat karena kekurangan protein, pertumbuhan rambut yang normal berpeluang pulih seiring membaiknya status gizi.
Tinjauan pustaka yang dipublikasikan di Cleveland Clinic Journal of Medicine pada 2026 juga menjelaskan bahwa kerontokan fase telogen akibat kekurangan nutrisi dapat pulih secara bertahap jika penyebabnya diatasi.
Namun, pemulihan mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan karena siklus pertumbuhan rambut.
Sebaliknya, pada alopesia androgenetik (kebotakan pola pria dan wanita), folikel rambut secara bertahap mengecil akibat faktor genetik dan pengaruh hormon.
Dalam kasus seperti ini, kerontokan rambut tidak akan teratasi hanya dengan makan lebih banyak protein.
Dengan kata lain, mengisi kekurangan protein berbeda dengan makan lebih banyak protein saat status gizi sudah normal.
5. Bagaimana jika rambut makin rontok setelah diet?
Jika kebotakan memburuk setelah penurunan berat badan yang drastis, selain protein, sebaiknya periksa juga kondisi asupan secara keseluruhan, termasuk total kalori dan zat besi.
Terutama jika porsi makan berkurang drastis atau berat badan turun dengan cepat, kerontokan fase telogen akibat kekurangan nutrisi bisa menjadi kemungkinan.
Namun, tidak semua kerontokan rambut disebabkan oleh kekurangan nutrisi.
Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk memeriksa anemia, kekurangan zat besi, dan gangguan fungsi tiroid. Pemeriksaan dermoskopi kulit kepala juga dapat digunakan untuk menilai apakah ada kebotakan pola yang menyertai.
6. Pola makan seimbang penting untuk rambut yang sehat
Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut yang normal.
Namun, makan banyak protein tidak otomatis membuat rambut menjadi lebih tebal.
Yang terpenting adalah mengonsumsi jumlah yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan tingkat aktivitas Anda secara konsisten.
Jika Anda khawatir tentang kerontokan rambut, daripada memaksakan asupan nutrisi tertentu dalam jumlah besar, sebaiknya cari tahu penyebab kerontokannya terlebih dahulu.
Daftar Pustaka
Guo EL, Katta R. (2017). Diet and hair loss: effects of nutrient deficiency and supplement use. Dermatology Practical & Conceptual.
Bergfeld WF, Mendez D. (2026). Shedding: An updated guide to a common cause of hair loss. Cleveland Clinic Journal of Medicine.
Harvard Health Publishing. (2026). Can insufficient protein intake cause hair loss?
Portal Informasi Kesehatan Nasional KDCA. (2026). Konsumsi Protein yang Sesuai dengan Kondisi Tubuh Anda.
※ Artikel ini ditulis untuk memberikan informasi medis umum dan tidak menggantikan diagnosis serta pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
〈Panduan Reservasi Klinik Cordia〉
Klinik Cordia beroperasi dengan sistem reservasi 100% agar konsultasi dan pemeriksaan dapat dilakukan secara memadai. Silakan membuat janji sebelum berkunjung melalui telepon, KakaoTalk, atau Naver.
〈Reservasi dan Pertanyaan〉
Telepon 02-568-8575
Silakan hubungi melalui cara yang paling nyaman bagi Anda, seperti KakaoTalk atau reservasi Naver.
〈Jam Praktik〉
Senin, Selasa, Kamis, Jumat: 11.00–20.00
Jam istirahat siang: 14.00–15.00
Sabtu: 10.00–16.00
Pada hari Sabtu, praktik berlangsung tanpa jam istirahat siang.
〈Cara Menuju Klinik〉
Seolleung-ro 429, Gangnam-gu, Seoul
Lantai 6 KR Tower, Klinik Cordia
Keluar 3 Stasiun Seolleung, gedung Burger King
#KekuranganProtein #RambutRontokKarenaProtein #AsupanProtein #JumlahAsupanProtein #GejalaKekuranganProtein #PenyebabRambutRontok #MakananUntukRambutRontok #CegahRambutRontok #RambutRontokSetelahDiet #DietRambutRontok #PenurunanBeratBadanCepat #TelogenEffluvium #KekuranganNutrisi #RambutRontokKarenaNutrisi #MengapaRambutRontok #RambutTebal #KesehatanRambut #PertumbuhanRambut #Keratin #RambutRontokKarenaZatBesi #RambutRontokWanita #RambutRontokPria #KebotakanMahkota #PengobatanRambutRontok #RambutRontokGangnam #RambutRontokSeolleung #RambutRontokYeoksam #RambutRontokDaechi #RambutRontokStasiunSeolleung #KlinikCordia
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Benarkah rambut bisa rontok jika makan sedikit protein?
Rambut bisa rontok jika asupan protein sangat kurang atau kekurangan nutrisi berlangsung terus-menerus. Keratin, komponen utama rambut, tersusun dari protein, sehingga jika pasokan protein kurang dalam jangka panjang, pertumbuhan rambut yang normal bisa terpengaruh.
Kapan rambut rontok akibat kekurangan protein mulai terlihat?
Rambut bisa rontok banyak sekitar 2–3 bulan setelah kekurangan nutrisi terjadi, bukan segera setelahnya. Kerontokan biasanya terjadi relatif merata di seluruh kepala, bukan hanya di area tertentu.
Berapa banyak protein yang sebaiknya dikonsumsi per hari?
Portal Informasi Kesehatan Nasional KDCA menganjurkan asupan protein untuk orang dewasa sehat sekitar 0,8–1,2 g per kilogram berat badan per hari. Misalnya, jika berat badan 60 kg, asupan protein per hari sekitar 48–72 g.
Apa saja makanan sumber protein yang umum?
Telur dan produk susu, ikan dan daging, tahu dan kacang-kacangan, serta kacang dan biji-bijian termasuk sumber protein yang umum. Namun, daripada hanya memakan makanan tertentu secara berulang, sebaiknya kita mengonsumsi berbagai jenis makanan secara seimbang.
Apakah rambut akan kembali tebal jika banyak makan protein?
Jika pertumbuhan rambut terhambat karena kekurangan protein, pertumbuhan yang normal berpeluang pulih seiring membaiknya status gizi. Namun, pemulihan mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan karena siklus pertumbuhan rambut, dan makan banyak protein tidak otomatis membuat rambut menjadi lebih tebal.
Apa yang perlu diperiksa jika rambut makin rontok setelah diet?
Sebaiknya periksa asupan secara keseluruhan, termasuk total kalori dan zat besi, tidak hanya protein. Jika diperlukan, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk memeriksa anemia, kekurangan zat besi, dan gangguan fungsi tiroid, serta pemeriksaan dermoskopi kulit kepala dapat dilakukan untuk menilai kebotakan pola yang menyertai. Tidak semua kerontokan rambut disebabkan oleh kekurangan nutrisi.